Berani Coba? Oseng oseng Mercon, Kuliner Ekstra Pedas ala Jogja


Kulinerasik.com - Kota Yogyakarta yang terkenal dengan kota gudeg, yang terkenal dengan rasa manisnya ternyata juga memanjakan penikmat rasa pedas. Ini terbukti dengan bermunculannya warung-warung makan yang menawarkan sensasi pedas. Ada yang menamai warung lombok (cabe), pondok cabe, gudang lombok, dan lain sebagainya. Disekitar Jalan KH. Ahmad Dahlan kurang lebih 1 km dari titik nol setelah melewati gapura pintu masuk kampung Kauman berada disisi kanan jalan, ada satu warung tenda yang buka setiap sore hingga malam namanya warung Bu Narti. Disini ada masakan berupa kulit atau kikil serta gajih atau lemak yang sering disebut koyoran, yang dimasak dengan berbagai macam bumbu yang menghasilkan masakan namanya oseng-oseng. Namun oseng-oseng ini lain daripada yang lain karena ada tambahan cabe rawit yang extra sehingga menghasilkan masakan yang extra pedas.
Berani Coba? Oseng oseng Mercon, Kuliner Ekstra Pedas ala Jogja
Dinamakan oseng-oseng mercon berawal dari budayawan Emha Ainun Najib yang sering makan bersama para seniman dan budayawan di tempat Bu Narti mengatakan bahwa masakan yang dimasak Bu Narti pedasnya seperti mercon (petasan). Jadi jikalau anda mencicipi masakan ini anda akan merasakan sensasi pedas yang meledak dilidah. Bahkan ada yang menyebut sebagai oseng-oseng bledek (petir) karena pedasnya luar biasa.
Dari semula Bu Narti tidak menyangka kalau oseng-oseng mercon yang sebagai menu utama warung ini disukai para pengunjung. Disamping harganya tidak terlalu mahal hanya pada kisaran Rp. 15.000 sampai dengan Rp. 35.000, oseng oseng mercon 1 porsi saja ternyata menjadi lauk yang bisa menghabiskan nasi dengan porsi yang besar. Berawal dari situlah sekarang banyak warung warung tenda yang mencoba keberuntungannya dengan menjual produk yang sama di sepanjang Jalan KH. Ahmad Dahlan ini. Sedangkan Bu Narti sendiri membuka usaha dan warung dengan menu oseng-oseng mercon ini sejak tahun 1997 dan dulu merupakan satu-satunya warung yang menyediakan menu ini.

Sekilas tampilan menu oseng-oseng mercon tidak menarik karena jika sudah dingin akan kelihatan gumpalan lemak beku, namun disajikan dengan nasi putih yang hangat sesuap demi sesuap pasti anda akan rasakan perpaduan masakan yang nikmat dan super pedas akan membuat anda mencari tambahannya. Dalam meracik bumbu oseng-oseng mercon Bu Narti menggunakan perbandingan untuk setiap 10 kg daging koyoran maka cabe rawit yang digunakan sebanyak 2 kg, dan ini akan menghasilkan masakan yang pas dari rasa dan pedasnya.

Click to comment