Skip to main content

√ Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Kulinerasik.com - Menghadapai si buah hati yang susah makan adalah pemasalahan yang sering dikeluhkan orang tua terutama bagi Bunda. Berbagai cara telah dilakukan untuk bisa menambah nafsu makan si buah  hati. Namun sebagian cara belum berhasil, karena dibutuhkan pendekatan yang persuasif dan kuncinya Bunda harus telaten dan sabar.

Buat Bunda jangan panik dan stress menghadapai masalah seperti ini, apalagi khawatir yang berlebihan jika si buah hati kekurangan gizinya. Dalam beberapa kasus anak susah makan, seringkali si anak selalu pilih-pilih makanan tertentu sesuai selera mereka.


Hal ini yang harus diperhatikan Bunda, karena makan merupakan kegiatan yang bukan sekedar memenuhi kebutuhan tubuh anak akan zat gizinya. Tetapi juga merupakan  sikap yang akan dibawa anak hingga dewasa. Anak yang cenderung pilih-pilih makanan, kemungkinan memasuki usia remaja juga kurang fleksibel dalam bekerja.

Berikut ini adalah beberapa tips buat Bunda agar si buah hati doyan makan:


Mengatasi Anak Susah Makan
Mengatasi Anak Susah Makan
Kenali penyebabnya

Kenali dulu penyebab si anak susah makan, pastikan tidak adanya gangguan psiologis pada tubuh anak. Mereka yang mempunyai gangguan kesehatan menyerupai Anemia akan kehilangan nafsu makannya. Jika itu penyebabnya, pastikan si anak mengonsumsi vitamin agar nafsu makannya bertambah. 


Mengenalkan aneka masakan


Sifat anak yang cenderung ingin tahu, hal ini juga berlaku pada pola makannya. Mereka masih perlu mencari tentang makanan yang disukainya, hingga menentukan untuk menikmati makanannya. Penelitian menggambarkan, untuk sanggup menikmati makannya anak perlu dikenalkan masakan tersebut sebanyak 10 kali.


Terapkan jadwal makan yang teratur


Anak yang mempunyai jam-jam tertentu untuk makan, tubuhnya akan merasa lapar pada jam-jam tersebut. Hal ini bisa Bunda terapkan agar si buah hati selalu makan tepat waktu. 


Tampilan makanan yang menarik


Selalu hias makanan untuk si buah hati dengan tampilan yang menarik. Manfaatkan alat cetak masakan untuk membuat aneka macam bentuk masakan menjadi lebih menarik. Tentu ini bisa membuat selera makan anak menjadi bertambah. Bunda bisa menambahkan hiasan lucu dan menarik. 


Porsi kecil


Lambung anak yang masih kecil tentu hanya bisa menampung masakan relatif lebih sedikit daripada orang dewasa. Bunda bisa menyajikan porsi kecil untuk sibuah hati, karena hidangan yang terlalu banyak bisa jadi dapat menghilangkan selera makannya. 


Membuat anak mudah mengambil makanan


Buatlah rak khusus untuk anak di lemari es yang gampang dijangkaunya. Letakan hidangan menyerupai aneka buah, puding dan lain-lain supaya anak gampang mengambilnya jika merasa lapar.

Ajak anak mengenal makanannya


Bunda bisa mengajak anak untuk berbelanja makanan. Agar si buah hati menikmati suasana berbelanja, memilih, menimbang dan membayar. Di rumahpun kita bisa mengajak anak menentukan sayuran sebelum diolah sambil menceritakan manfaat sayuran tersebut. 


Ciptakan dongeng tentang makanan


Dengan sedikit kreatifitas, Bunda bisa membuat pohon keju dan membuat dongeng singkat kisah si pohon keju, agar si anak tergiur untuk mencicipinya.


Hargai pilihan anak


Hal ini sangat penting, karena wajar jika anak seusia balita sesekali pilih-pilih makanannya. Bisa jadi hari ini ia sangat menyukai sayur bayam, namun besok ia tidak suka sama sekali dengan hidangan ini. 


Makan dengan suasana berbeda


Beberapa cara makan yang sanggup dicoba antara lain memindahkan lokasi makan. Misalnya makan siang di halaman  rumah dengan suasana piknik atau ajak beberapa teman untuk makan bersama di rumah. Selain menambah nafsu makan anak, aktifitas ini juga membuatkan keterampilan sosial anak.


Jadilah contoh


Dalam fase pertumbuhan anak adalah peniru ulung. Bunda bisa menjadi contoh mereka untuk makan secara teratur bersama keluarga.


Rileks dan bersabarlah


Tak perlu panik menghadapi anak yang susah makan. Percayalah pada waktunya anak akan merasa lapar dan mau menikmati masakan yang terhidang. Tetapi tetap ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Sehingga aktifitas makan tidak membuatnya menjadi stres atau traumatik baginya.


Kesimpulan


Anak yang susah makan memang memerlukan perhatian yang ekstra, namun Bunda tidak boleh stress dan harus selalu sabar menghadapinya. Gunakan pendekatan psikologis dan kenali makanan kesukaan mereka.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar